Sukacita dalam Melayani

Ringkasan Khotbah

GKT Bethany pusat, 24 Januari 2016

Ev. Sriami

Filipi 2: 12

Surat ini ditulis ketika Paulus berada dalam penjara. Paulus mengingatkan supaya jemaat di Filipi tetap taat, dan mengerjakan keselamatan mereka.

Apa itu melayani? Mengapa aku harus melayani dengan sukacita? Bagaimana kita tahu kita sudah melayani dengan sukacita atau belum.

Melayani dalam Filipi ini memakai kata mengerjakan. Mengerjakan sampai tuntas berarti melayani dengan baik, melayani dengan sukacita.

Prinsip melayani dengan sukacita, ada 3 hal:

  1. Prinsip Melayani dengan Ketaatan

Kita menginstropeksi bagaimana sikap hati kita ketika melayani Tuhan. apakah kita melayani dengan taat pada perintah Tuhan. Kita melayani bukan karena yang lain, tetapi karena taat pada perintah Tuhan. apabila kita mau mengerjakan keselamatan kita,  tidak ada cara lain selain mengerjakan pelayanan kita dengan baik. Apakah orang Kristen harus melayani? Iya, karena ini perintah Tuhan. Apabila kita selama ini tidak melayani, maka kita sudah tidak mentaati perintah Tuhan. taat bukan karena diawasi, bukan karena ancaman, tetapi karena kita sadar dan kita mau taat. Taat menggunakan semua talenta yang Tuhan percayakan.

  1. Prinsip Kesinambungan

Paulus mengatakan bahwa kita mengerjakan keselamatan sampai kita bertemu Tuhan. Jadi prinsipnya adalah kita melayani terus-menerus sampai kita meninggal. Seringkali dikatakan melayani untuk Tuhan. tetapi sebenarnya TUhan tidak butuh pelayanan kita. Kalau kita tidak mau melayani, Tuhan bisa pakai orang lain menggantikan kita yang tidak setia melayani Tuhan. pelayanan tidak pernah selesai, Pelayanan terus-menerus dilakukan. Bukan rutinitas. Ketika kita melayani dengan sukacita, tidak ada yang sulit karena kita tahu siapa yang kita layani.

  1. Prinsip Keseriusan

Ketika Paulus mengatakan ‘Mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar’. Takut dan gentar yang lahir karena kita menghormati Allah, kita mengerjakan dengan serius pelayanan kita. Kita sadar diri bahwa kita melayani Tuhan, bukan karena kehebatan, kepandaian kita tetapi karena Tuhan yang menganugrahkan pada kita. Kita mengerjakan pelayan dengan serius dan melibatkan Tuhan, sadar diri bahwa apa yang kita kerjakan untuk Tuhan, Sang Empunya Pelayanan.

Adakah sukacita dalam pelayanan kita? Mari menginstropeksi hati kita.

Selamat melayani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s