Melayani: Berkat atau Beban?

Ringkasan Khotbah GKT Bethany Pusat,  4 Oktober 2015

Pdt Eddy Ishak

Lukas 10: 38-42

Kita sering sekali mendengar bagian ini, tetapi pagi ini kita akan melihat dari sisi pelayanan yang dipersembahkan oleh Marta. Apa yang salah dari Marta? Apakah tidak boleh melayani Tuhan, sibuk untuk Tuhan? Mengapa Tuhan menegur Marta, apakah yang Marta lakukan sehingga ia ditegur oleh Tuhan? Apa yang sebenarnya terjadi dalam diri Marta ini juga terjadi dalam hidup kita dan juga dalam gereja kita. Ada 3 hal yang dilakukan oleh Marta yang ditegur oleh Tuhan.

  1. Marta sibuk melayani

Hari-hari ini banyak sekali orang sibuk melayani, tetapi tidak tahu apa yang menjadi prioritas dala melayani. Kita sering terjebak dalam hal seperti ini, tetapi apakah kita mengerti  untuk apa kita melayani? Sering kali kita sibuk melayani tetapi tidak memancarkan kemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan terpancar bukan karena kita melakukan sesuatu atas nama pelayanan. Kemuliaan Tuhan terpancar apabila kita duduk dan mau mengerti isi hati Tuhan, bergaul dengan Tuhan setiap hari.

  1. Marta minta Kepedulian dari Tuhan

Ketika Marta sibuk melayani, Marta berkata pada Yesus, “Tuhan tidakkah Engkau peduli?” sering kali kita juga meminta kepedulian Tuhan, meminta perhatian, imbalan pada Tuhan. Marta meminta ini kepada Tuhan, Marta menganggap ia sudah sibuk melayani, tidakkah Tuhan peduli? Hal ini juga sering kali terjadi dalam diri kita. Kita menganggap kita sudah melayani, mengapa Tuhan tidak mempedulikanku?

  1. Marta menuntut orang lain

Marta menuntut Maria untuk membantunya. Hal ini pin sering kali terjadi pada hidup kita. Kita melayani dan melihat orang lain tidak melakukan yang kita lakukan, sehingga kita menuntut orang lain untuk melakukan hal yang sama dengan yang kita lakukan.

Tuhan menegur Marta. Teguran yang pertama: Melayani bukan untuk menyusahkan diri. Pelayanan juga bukan tentang mempertontonkan kehebatan, kepintaran dan kekuatan kita. Maria memilih yang terbaik, duduk di bawah kaki Tuhan untuk mengeri apa rencana Tuhan, apa kehendak Tuhan, apa yang Tuhan mau. Ketika kita melakukan pelayanan, apakah pelayanan itu menjadi ungkapan rasa syukur karena kita dipercaya untuk melayani Tuhan, adakah nama Tuhan dipermuliakan ketika kita melayani? Orang harus melihat kemuliaan Tuhan dari apa yang kita lakukan.  Ketika kita melayani Tuhan di gereja, apakah kita juga sudah melayani di rumah sebagai suami/istri/orang tua yang baik dan memuliakan nama Tuhan? Mari kita melayani Tuhan dengan duduk di bawah kaki Tuhan, mengerti hati Tuhan, kita melayani Tuhan di dalam keluarga kita, memberkan yang terbaik yang terutama  dalam keluarga kita.

-=-=-=-=-=-=-=-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s