Ancaman Keluarga Masa Kini

Tuhan memiliki rencana bagi keluarga yang Ia bentuk. Alkitab mengawali kisahnya dari sebuah keluarga di Taman Eden dan mengakhirinya dengan pernikahan Anak Domba. Namun.. Berapa banyak yang memahami rencana Ilahi bagi institusi yang dibentuk oleh Tuhan ini?

Ada banyak masalah yang di hadapi di dalam sebuah keluarga dan membuat keluarga itu retak. Teranyata hal ini bukan hanya terjadi di dalam keluarga di luar Kristen, tetapi ternyata keluarga Kristen juga demikia. Salah satu tokoh di dalam Alkitab yang sangat terkenal dan fenomenal pun ternyata memiliki masalah di dalam keluarganya, Daud, seorang hamba Tuhan yang luar biasa namun memiliki keluarga yang tidak pernah kita bayangkan dapat terjadi dalam keluarga seorang hamba Tuhan. Anaknya saling mencelakai satu dengan yang lain. Bagaimana hal ini dapat terjadi?

Dalam zaman yang berbeda.. Masing-masing keluarga mengalami pergumulan yang berbeda. Berdasarkan hasil survey kepada 2.000 orang yang dilakukan oleh LifeWay menyebutkan ada 10 tantangan yang dihadapi keluarga saat ini: Budaya anti Kristus, Perceraian, Kesibukan, Kehilangan figur ayah (baik hilang karena meninggal atau kesibukan), Pola pendisiplinan, materi, pengaruh negatif dari teknologi, keseimbangan keluarga dan pekerjaan.

Tantangan keluarga saat ini bukan hanya disebabkan karena budaya dan lingkungan yang terus berubah, namun pada dasarnya, tantangan tersebut terjadi karena manusia telah jatuh dalam dosa. Dosa telah merusak kehidupan pribadi setiap manusia dan relasi diantara keluarga.

Karena dosa, kita menjadi pribadi yang memiliki kekurangan dalam kepribadian dan membuat hidup kita mengalami disintegrasi. Orang yang ‘rohani’ sekalipun sering kali memiliki hidup yang terdisintegrasi antara imannya dengan kehidupannya yang nyata. Kita memiliki hidup yang terdisintegrasi.. Sehingga kita tidak dapat maksimal dalam menjalani kehidupan dan keluarga kita akrena Hidup yang disintegrasi dihasilkan dari struktur hidup yang terbentuk sejak awal kehidupan kita.

Anugerah: Kunci sebuah Pemulihan. Anugerah Tuhan akan memampukan kita untuk bertumbuh dari kehidupan yang disintegrated menjadi semakin serupa dengan gambaran AnakNya. Anugerah memang adalah pemberian Allah.. Namun kita perlu memiliki hati yang rendah dan meminta kepada Tuhan. Bagaimana dengan Saudara?

Ringkasan khotbah Bpk. Miming Haryanto, Minggu, 28 September 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s